Masih banyak orang yang menggunakan istilah packaging dan packing secara bergantian. Sekilas memang terdengar sama karena keduanya berkaitan dengan proses pengemasan barang. Namun dalam dunia manufaktur, logistik, pergudangan, hingga distribusi, kedua istilah tersebut memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Lalu, packaging dan packing apa bedanya? Simak penjelasan di bawah ini!
Packaging dan Packing Apa Bedanya?
Packaging adalah kemasan yang dirancang sebagai bagian dari produk. Kemasan ini berfungsi melindungi isi produk, memudahkan penyimpanan, memberikan informasi kepada pengguna, sekaligus menjadi media identitas merek.
Sementara itu, packing adalah proses mengemas atau mengamankan barang agar lebih terlindungi selama penyimpanan, penanganan, maupun pengiriman. Pada tahap ini biasanya digunakan material tambahan seperti karton, bubble wrap, foam, stretch film, strapping band, maupun packing tape. Secara sederhana dapat dipahami sebagai berikut.
Packaging adalah kemasan produk.
Packing adalah proses mengemas produk untuk distribusi.
Keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi sama-sama dibutuhkan agar produk tetap aman sejak selesai diproduksi hingga diterima oleh pelanggan.
Dalam dunia logistik, istilah packing lebih mengacu pada aktivitas pengemasan, sedangkan material seperti karton, bubble wrap, atau packing tape merupakan perlengkapan yang digunakan dalam proses tersebut.
Baca juga: Tutorial Packing dengan Stretch Film
Packaging dan Packing Apa Bedanya jika Dilihat dari Berbagai Aspek?
Walaupun sama-sama berkaitan dengan pengemasan, penerapan packaging dan packing di industri memiliki perbedaan yang cukup jelas.
1. Tujuan Penggunaan

Packaging dibuat untuk melindungi produk sekaligus meningkatkan nilai jualnya. Oleh karena itu, desain, ukuran, material, hingga informasi yang tercetak pada kemasan menjadi bagian penting dari strategi pemasaran.
Sebaliknya, packing bertujuan menjaga keamanan produk selama proses logistik. Fokus utamanya bukan tampilan, melainkan memastikan barang tetap utuh ketika dipindahkan, disusun di gudang, maupun dikirim ke lokasi tujuan.
2. Waktu Digunakan

Packaging mulai digunakan sejak produk selesai diproduksi. Setelah produk dimasukkan ke dalam kemasan, packaging akan tetap menyertai barang hingga dibeli dan digunakan oleh konsumen.
Packing baru dilakukan ketika produk akan disimpan dalam jumlah tertentu atau dikirim ke distributor, toko, maupun pelanggan. Setelah barang sampai, material packing biasanya dilepas, sedangkan packaging tetap melekat pada produk.
3. Fungsi Utama

Packaging memiliki beberapa fungsi sekaligus, antara lain:
Melindungi isi produk dari kontaminasi.
Menampilkan identitas merek.
Memberikan informasi produk.
Mempermudah penggunaan produk.
Menambah daya tarik di rak penjualan.
Sementara itu, packing lebih berfungsi untuk:
Mengurangi risiko benturan.
Menahan tekanan selama penumpukan.
Melindungi barang dari debu dan kotoran.
Membantu menjaga stabilitas barang selama transportasi.
Mempermudah proses distribusi dan penyimpanan.
4. Material yang Digunakan

Packaging dapat dibuat dari berbagai material sesuai karakteristik produk, seperti plastik, kertas, karton, kaca, logam, aluminium foil, maupun bahan komposit. Sedangkan proses packing biasanya menggunakan material pelindung tambahan, misalnya:
Kardus pengiriman.
Bubble wrap.
Foam sheet.
Stretch film.
Air cushion.
Strapping band.
Packing tape.
Plastik pallet cover.
Pemilihan material packing umumnya disesuaikan dengan ukuran, berat, bentuk, serta tingkat kerentanan barang terhadap benturan selama distribusi.
Baca juga: Tips Penggunaan Stretch Film untuk Packing agar Hemat
Mengenal Jenis Packaging yang Umum Digunakan
Setelah memahami packaging dan packing apa bedanya, Anda juga harus memahami lebih dalam tentang packaging. Dalam dunia pengemasan, packaging juga dibedakan berdasarkan fungsinya. Pembagian ini cukup penting karena sering kali masih disamakan dengan proses packing.
1. Kemasan Primer

Kemasan primer dikenal sebagai kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk. Contohnya antara lain:
Botol minuman.
Sachet kopi.
Kaleng susu.
Kemasan obat.
Standing pouch makanan.
Kemasan primer dirancang untuk menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi kebutuhan penggunaan oleh konsumen.
2. Kemasan Sekunder

Kemasan sekunder digunakan untuk mengelompokkan beberapa produk menjadi satu kesatuan. Contohnya berupa:
Dus berisi beberapa botol minuman.
Kotak berisi beberapa kemasan makanan.
Box berisi produk kosmetik.
Kemasan ini memudahkan penyimpanan, penataan, serta distribusi dalam jumlah tertentu.
3. Kemasan Tersier

Kemasan tersier digunakan untuk kebutuhan logistik dan distribusi. Contohnya meliputi:
Karton pengiriman.
Pallet.
Stretch film pada pallet.
Strapping band.
Kemasan tersier bertujuan memudahkan penanganan barang dalam jumlah besar selama proses penyimpanan maupun pengiriman.
Baca juga: Keamanan Distribusi Dapat Terjamin dengan Cara Berikut!
Kapan Menggunakan Packaging dan Kapan Membutuhkan Packing?
Dalam praktiknya, packaging dan packing hampir selalu digunakan secara berurutan. Setelah produk selesai dikemas (packaging), barulah dilakukan proses packing sebelum barang disimpan atau dikirim. Memahami urutan ini membantu perusahaan memilih material yang tepat sekaligus menjaga efisiensi biaya logistik. Berikut beberapa contoh penerapannya di berbagai sektor industri.
Industri Makanan dan Minuman: Packaging menjaga kualitas produk pangan, sedangkan packing memastikan produk aman saat distribusi.
Industri Elektronik: Packing tambahan diperlukan untuk melindungi produk dari benturan dan getaran selama pengiriman jarak jauh.
Industri Manufaktur: Packing berfungsi melindungi komponen dan suku cadang agar tetap stabil selama penyimpanan dan pengiriman.
E-commerce dan Retail: Packaging memperkuat identitas merek, sedangkan packing menjaga produk tetap aman saat dikirim ke pelanggan.
Baca juga: Pelindung Permukaan Produk
Faktor yang Menentukan Kualitas Proses Packing
Packing yang baik tidak hanya bergantung pada jenis material yang digunakan. Dalam praktik di lapangan, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar perlindungan barang tetap optimal selama distribusi. Beberapa di antaranya adalah:
Karakteristik produk, seperti ukuran, berat, bentuk, dan tingkat kerapuhan.
Jalur distribusi, apakah pengiriman dilakukan dalam kota, antarpulau, atau melalui jalur laut dan udara.
Metode penanganan barang, misalnya menggunakan forklift, hand pallet, atau bongkar muat manual.
Kondisi penyimpanan, termasuk kemungkinan terpapar kelembapan, debu, atau perubahan suhu.
Jenis kemasan luar, agar mampu menopang beban saat proses penumpukan di gudang maupun kendaraan distribusi.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat memilih metode packing yang lebih efisien sekaligus mengurangi potensi kerusakan produk selama proses logistik.
Baca juga: Tape yang Dibutuhkan untuk Mempercantik Kemasan
Gunakan Packing Tape Berkualitas untuk Proses Packing yang Lebih Optimal
Proses packing yang baik memerlukan material pendukung yang sesuai agar kemasan tetap tertutup dengan kuat selama penyimpanan maupun pengiriman. Salah satu perlengkapan yang paling banyak digunakan di berbagai sektor industri adalah packing tape dengan daya rekat yang andal.
PT Azas Cahaya Utama menyediakan berbagai jenis packing tape yang dapat digunakan untuk kebutuhan manufaktur, logistik, pergudangan, distribusi, hingga e-commerce. Produk kami tersedia dalam berbagai pilihan spesifikasi sehingga dapat disesuaikan dengan karakteristik barang dan proses pengemasan di berbagai industri.
Kami melayani pengiriman ke seluruh Indonesia serta menyediakan harga khusus untuk pembelian grosir. Tim kami juga siap membantu Anda memilih jenis packing tape yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan agar proses packing menjadi lebih efisien dan aman.

